Peran Bimbingan Konseling Bagi Anak Tunarungu
Terima kasih telah mengunjungi Ensiklopedia.xyz . Bantu kami meningkatkan kualitas artikel dengan memberikan penilaian dan komentar pada bagian bawah halaman.
Bagaimana Peran Bimbingan Konseling Bagi Anak Tunarungu?
Persoalan bagi konselor yang menghadapi anak tunarungu (kelainan pendengaran) yang mengalami permasalahan berkaitan dengan eksistensinya sebagai anak tunarungu. Kajian perhatian pendekatan terapis yang akan dilakukan oleh konselor dipusatkan pada konseling eksistensial.

Maksud tulisan ini adalah untuk memberikan alternatif dengan menerapkan konsep konseling eksistensial sesuai dengan permasalahan anak yang menyandang tunarungu.
Konsep eksistensial khususnya untuk menjelaskan pemahaman yang menempatkan posisi yang sedang dihadapi untuk memfasilitasi anak tunarungu sehingga mendapatkan keyakinan akan eksistensinya yang sesuai dengan keterbatasannya dalam segi pendengaran.
Peranan sekolah dalam kemandirian anak tunarungu. Upaya sekolah dalam hal ini bekerja bersama-sama dengan konselor untuk pengembangan kemandirian anak tunarungu dapat pula dilakukan dalam bentuk bimbingan dan pelayanan sebagai berikut.
1. Full Inclusion (integrasi penuh) Melalui Program Mentoring
Giangreco dalam Gloria et al (1997),mengemukakan definisi full inclusion adalah sebagai suatu keberadaan di mana hanya terdapat suatu kesatuan sistem pendidikan formal yang meliputi semua anggota (peserta didik) secara wajar tanpa memandang perbedaan status mereka.
Full Inclusion harus dipandang sebagai suatu proses,dan proses ini menumbuhkan adanya individualisasi bagi setiap sekolah,siswa dan keluarga. IDEA secara jelas mengidentifikasi pendidikan khusus sebagai suatu pelayanan bukan sebagai tempat.
Berarti pelayan yang diberikan oleh seorang konselor atau guru diharapkan dapat membangkitkan semangat hidup dalam mengambil sikap serta keputusan dengan penuh kesabaran dengan tidak mudah terpengaruh atau marah dalam menghadapi lingkungan yang ada.
2. Libatkan Orang Tua Dalam Bimbingan Intervensi Optimalisasi
Kemandirian Anak Tunarungu
Bimbingan kepada orang tua bertujuan agar orang tua lebih memahami tentang keadaan dan kebutuhan anaknya yang tunarungu. Orang tua harus dapat menghargai pekerjaan anaknya sekalipun jauh dari yang dianggap baik.
Orang tua harus dapat menerima pekerjaan anaknya sekalipun itu tidak sesuai dengan keinginan orang tua dan keluarga. Melalui bimbingan pada orang tua diharapkan bahwa orang tua dapat mengubah pandangan yang salah tersebut dan akan menerima keadaan anak dan juga oleh lingkungan masyarakat. (Orped: 1990).
Salah satu upaya yang sangat menentukan keberhasilan pendidikan anak tunarungu adalah dengan adanya pengertian dari orang tua/keluarga akan keberadaan anak tunarungu,dan adanya usaha kerja sama yang baik antara pihak sekolah dengan keluarga. Orang tua merupakan pendidik yang pertama dan penanggung jawab utama terhadap pendidikan anak tunarungu.
Kita sering menemukan reaksi orang tua yang kurang mendukung pendidikan anaknya. Misalnya,terlalu memanjakan,mengabaikan,putus asa. Sikap-sikap orang tua yang demikian sangat berpengaruh pada situasi pendidikan anak disekolah.
Oleh karenanya peranan orang tua sangatlah penting dan dibutuhkan sekolah untuk menunjang keberhasilan anaknya.