Temukan Pengetahuan, Perluas Wawasan

Bagaimana Intervensi Pada Anak Tunarungu? Kamu Harus Tahu Ini

â„šī¸
Informasi untuk Pembaca

Terima kasih telah mengunjungi Ensiklopedia.xyz . Bantu kami meningkatkan kualitas artikel dengan memberikan penilaian dan komentar pada bagian bawah halaman.

Intervensi pada anak yang berkebutuhan khusus tunarungu banyak hal yang harus dimengerti, yaitu pada gangguan pendengaran yang terjadi pada anak perlu dilakukan deteksi seawal mungkin mengingat peranan pendengaran dalam proses perkembangan bicara sangatlah penting. 

Fungsi pendengaran dan juga pendengaran bicara sudah termasuk dalam program evaluasi perkembangan anak secara umum yang biasa dilakukan mulai dari tingkatan posyandu oleh profesi dibidang kesehatan.

Sign Language Image

Pada  anak  berkebutuhan  khusus  tunarungu,gangguan  pendengaran dapat dikurangi dengan memanfaatkan sisa pendengaran dan menggunakan alat bantu dengar meskipun hasilnya tidak sempurna. 

Selain itu,anak tunarungu juga  perlu  mendapatkan terapi  wicara  diberikan kepada anak tunarungu atau mereka yang mengalami gangguan komunikasi termasuk dalam gangguan berbicara,berbahasa,serta gangguan menelan. Terapi wicara juga dapat bermanfaat untuk membangun kembali kognisi serta produktivitas anak tunarungu. 

Adapun beberapa metode terapi wicara untuk anak berkebutuhan khusus  dengan  gangguan  pendengaran,diantaranya sebagai berikut.

1.Metode Lips Reading atau Membaca Ujaran

Metode ini penekanannya terdapat pada kemampuan anak yang diharuskan bisa menangkap suara atau bunyi bahkan ungkapan dari seseorang melalui penglihatannya.

2. Metode Oral

Cara atau metode oral ini adalah untuk melatih anak tunarungu agar bisa berkomunikasi secara lisan dengan lingkungan atau orang-orang yang bisa mendengar.

3.Metode Manual

Terapi wicara dengan metode manual ini adalah cara melatih atau mengajar anak tunarungu untuk berkomunikasi dengan menggunakan bahasa isyarat, yaitu dengan ejaan jari.

4.Metode AVT (Auditory Visual Therapy)

Metode ini adalah perpaduan antara penerapan suara,bahasa bibir,dan mimik muka. Tujuannya adalah dengan suara yang kita diharapkan bisa mengoptimalkan  sisa  pendengaran  anak,dan  dengan  membaca  mimik muka serta bahasa bibir diharapkan anak dapat dengan mudah memahami atau lebih mengerti setiap kata yang diucapkan secara visual.

Bagaimana pengalaman Kamu membaca artikel dihalaman ini?

Klik bintang, untuk memberi rating!

Kami mohon maaf, bila pengalamanmu membaca artikel ini kurang menyenangkan!

Kami akan memperbaikinya!

Menurutmu, bagaimana kami bisa membuat artikel ini lebih baik?


Comments
Loading...