Bagaimana Intervensi Pada Anak Tunarungu? Kamu Harus Tahu Ini
Terima kasih telah mengunjungi Ensiklopedia.xyz . Bantu kami meningkatkan kualitas artikel dengan memberikan penilaian dan komentar pada bagian bawah halaman.
Intervensi pada anak yang berkebutuhan khusus tunarungu banyak hal yang harus dimengerti, yaitu pada gangguan pendengaran yang terjadi pada anak perlu dilakukan deteksi seawal mungkin mengingat peranan pendengaran dalam proses perkembangan bicara sangatlah penting.
Fungsi pendengaran dan juga pendengaran bicara sudah termasuk dalam program evaluasi perkembangan anak secara umum yang biasa dilakukan mulai dari tingkatan posyandu oleh profesi dibidang kesehatan.

Pada anak berkebutuhan khusus tunarungu,gangguan pendengaran dapat dikurangi dengan memanfaatkan sisa pendengaran dan menggunakan alat bantu dengar meskipun hasilnya tidak sempurna.
Selain itu,anak tunarungu juga perlu mendapatkan terapi wicara diberikan kepada anak tunarungu atau mereka yang mengalami gangguan komunikasi termasuk dalam gangguan berbicara,berbahasa,serta gangguan menelan. Terapi wicara juga dapat bermanfaat untuk membangun kembali kognisi serta produktivitas anak tunarungu.
Adapun beberapa metode terapi wicara untuk anak berkebutuhan khusus dengan gangguan pendengaran,diantaranya sebagai berikut.
1.Metode Lips Reading atau Membaca Ujaran
Metode ini penekanannya terdapat pada kemampuan anak yang diharuskan bisa menangkap suara atau bunyi bahkan ungkapan dari seseorang melalui penglihatannya.
2. Metode Oral
Cara atau metode oral ini adalah untuk melatih anak tunarungu agar bisa berkomunikasi secara lisan dengan lingkungan atau orang-orang yang bisa mendengar.
3.Metode Manual
Terapi wicara dengan metode manual ini adalah cara melatih atau mengajar anak tunarungu untuk berkomunikasi dengan menggunakan bahasa isyarat, yaitu dengan ejaan jari.
4.Metode AVT (Auditory Visual Therapy)
Metode ini adalah perpaduan antara penerapan suara,bahasa bibir,dan mimik muka. Tujuannya adalah dengan suara yang kita diharapkan bisa mengoptimalkan sisa pendengaran anak,dan dengan membaca mimik muka serta bahasa bibir diharapkan anak dapat dengan mudah memahami atau lebih mengerti setiap kata yang diucapkan secara visual.