Menelik Keselamatan dan Hidup Kekal Menurut Alkitab
Terima kasih telah mengunjungi Ensiklopedia.xyz . Bantu kami meningkatkan kualitas artikel dengan memberikan penilaian dan komentar pada bagian bawah halaman.
Allah ingin dikenal, dihormati lewat seluruh kondisi dunia sebab Dia ingin menyatakan kehebatan-Nya supaya bangsa lain dapat mengenal Tuhan. Itu sebabnya dalam hal ini, Dia menyatakan kehebatan dan kekuatan Tangan-Nya dengan tujuan supaya bangsa lain dapat mengenal Dia.
Demikian juga Dia menghendaki agar kita mengenal Pribadi-Nya lebih dekat dan lebih intensif melalui Firman Allah sehingga kita dapat semakin mengasihi dan merindukan Dia.
Jika kita mengenal Allah harus dibuktikan dalam setiap perbuatan kita, jangan dikatakan ‘mengenal Allah’ tetapi tidak menghormati-Nya, akibatnya menyalibkan Tuhan untuk kedua kalinya (Roma 1:21 dan. 1 Kor. 2:8). Setiap orang yang mengenal Pribadi Allah dengan benar, pasti akan menghargai dan meninggikan Korban Kristus lewat praktek hidupnya serta tidak memuja/menyembah kepada illah lain.
Kita ambil contoh dari Abraham yang adalah “sahabat Allah” oleh penundukan diri serta ketaatannya kepada Allah, anda juga dapat mengenal Allah serta mengalami pengasihan, damai sejahtera, dan berkatNya. Mengenal Allah dengan sungguh-sungguh menundukkan diri kepadaNya adalah pengalaman yang paling penting dalam hidup kita.
Betapa indahnya bahwa Allah menyatakan diriNya kepada orang-orang yang mencariNya dengan segenap hati. Bilamana kita berpaling dari pada jalan yang sesat dan sungguh-sungguh menundukkan diri kepadaNya, RohNya akan tinggal di dalam anda.
Tidak ada sesuatupun yang dapat memisahkan anda dari kasihNya selagi kita mempencayai janji-janjiNya dan mengikutiNya dengan ketaatan. Anda akan menemukan bahwa la menebus anda dengan harga mahal, dan Allah akan menginginkan persekutuan dengan kita.
Oleh karena itu, mintalah kebijaksanaan kepada Allah selagi Allah berkenan kepada kita. Allah telah mengilhami orang-orang saleh yang ingin mencari-Nya. Sekalipun Iblis berusaha untuk memadamkannya, secara ajaib Allah akan melindungi kita dari berbagai cobaan dan rintangan serta pencobaan.
Keselamatan Menurut Alkitab

Keselamatan itu diperoleh bukan melalui hasil pekerjaan atau usaha kita
Efesus 2:8-9 Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.
Titus 3:5-7 pada waktu itu Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus, yang sudah dilimpahkan-Nya kepada kita oleh Yesus Kristus, Juruselamat kita, supaya kita, sebagai orang yang dibenarkan oleh kasih karunia-Nya, berhak menerima hidup yang kekal, sesuai dengan pengharapan kita.
Keselamatan adalah pemberian Allah yang diperoleh hanya melalui pribadi dan karya Kristus.
1 Yohanes 5:5-12 Siapakah yang mengalahkan dunia, selain dari pada dia yang percaya, bahwa Yesus adalah Anak Allah? Inilah Dia yang telah datang dengan air dan darah, yaitu Yesus Kristus, bukan saja dengan air, tetapi dengan air dan dengan darah. Dan Rohlah yang memberi kesaksian, karena Roh adalah kebenaran. Sebab ada tiga yang memberi kesaksian (di dalam sorga: Bapa, Firman dan Roh Kudus; dan ketiganya adalah satu. Dan ada tiga yang memberi kesaksian di bumi): Roh dan air dan darah dan ketiganya adalah satu. Kita menerima kesaksian manusia, tetapi kesaksian Allah lebih kuat. Sebab demikianlah kesaksian yang diberikan Allah tentang Anak-Nya.
Barangsiapa percaya kepada Anak Allah, ia mempunyai kesaksian itu di dalam dirinya; barangsiapa tidak percaya kepada Allah, ia membuat Dia menjadi pendusta, karena ia tidak percaya akan kesaksian yang diberikan Allah tentang Anak-Nya. Dan inilah kesaksian itu: Allah telah mengaruniakan hidup yang kekal kepada kita dan hidup itu ada di dalam Anak-Nya. Barangsiapa memiliki Anak, ia memiliki hidup; barangsiapa tidak memiliki Anak, ia tidak memiliki hidup.
Kisah 4:12 Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga Selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan.
Efesus 2:8-9 Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.
Filipi 3:8-9 Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus, dan berada dalam Dia bukan dengan kebenaranku sendiri karena mentaati hukum Taurat, melainkan dengan kebenaran karena kepercayaan kepada Kristus, yaitu kebenaran yang Allah anugerah kan berdasarkan kepercayaan.
B.Hidup Kekal
Dimanakah Hidup Kekal ditemukan?
Perbuatan baik merupakan suatu tindakan yang diharapkan setiap orang. Karena tindakan ini sangat menyentuh hati banyak orang, maka tidak mengherankan jika perbuatan baik dijadikan kelompok tertentu sebagai alat untuk memperoleh hidup kekal.
Namun Alkitab tidak sependapat dengan keyakinan seperti ini. Alkitab tidak membenarkan dan mengajarkan pekerjaan baik sebagai sarana untuk memperoleh hidup kekal.
Untuk menelusuri kebenaran ini, Efesus 2:8-9 merupakan bagian firman penting yang berkaitan dengan topik ini. Paulus berkata, “Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.” Ayat ini memberikan sanggahan kuat bahwa manusia bisa menyelamatkan dirinya sendiri.
Pada kesempatan lain, Paulus menguatkan apa yang disampaikan diatas, “Tetapi ketika nyata kemurahan Allah, Juruselamat kita, dan kasih-Nya kepada manusia, pada waktu itu Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus” (Titus 3:4-5).
Kedua perikop ini menjelaskan keselamatan sepenuhnya karya Allah, dan manusia tidak melakukan satu perbuatan baik apapun untuk mendapatkannya.
Pernyataan bahwa “hidup kekal itu sepenuhnya anugerah Allah” tidak serta merta diterima para teolog. Ada kelompok Kristen yang mempercayai bahwa ada partisipasi manusia dalam memperoleh hidup kekal, dan tanpa partisipasi itu niscaya manusia memperoleh hidup kekal.
Pandangan ini pertama kali digagas oleh Arminius yang kemudian Lima Pokok Armenianisme dituliskan sebagai rangkuman ajarannya.
Dalam rangkuman itu diuraikan bahwa karena manusia memiliki partisipasi dalam memperoleh keselamatan, oleh karena itu keselamatan juga bergantung pada tiap-tiap orang untuk memeliharanya. Dengan kata lain jika seseorang itu lalai, tidak setia dan taat, maka keselamatan itu bisa hilang. Ajaran ini menitik beratkan tanggungjawab manusia.
Di pihak lain ada kelompok yang sepenuhnya mempercayai apa yang Paulus katakan bahwa hidup kekal itu murni anugerah Allah melalui iman yang diberikan kepada manusia. Manusia merupakan penerima anugerah itu dan ia tidak memiliki setitik partisipasi pun untuk mendapatkannya. Kelompok yang mempercayai ajaran ini kemudian merangkum ajarannya sebagai respon pada lima pokok Arminianisme yang dinamakan sebagai Lima Pokok Kalvinisme.
Sebenarnya Yahanes Kalvin bukanlah orang yang menggagas rangkuman ajaran ini. Yohanes Kalvin mencatat banyak pokok penjelasan firman Allah tersebar dalam tulisannya, tetapi pengikut ajaran Kalvinisme merangkum tulisannya dan memberi judul Lima Pokok Kalvinisme. Kedua pandangan ini telah tersebar dan dianut berbagai gereja di seluruh dunia, baik di kalangan Reformed dan Dispensasional dan ajaran ini telah mewarnai penjelasan firman Allah yang diberitakan di setiap gereja.
PENUTUP
Kita adalah manusia biasa yang tidak luput dari perbuatan dosa, baik itu dosa perbuatan maupun dosa pikiran yang sering kita lakukan. Sehingga, kita kadang-kadang menjadi jauh dan sangat jauh dari apa yang seharusnya tidak kita lakukan dimana kita sulit bertumbuh dalam pengenalan akan Allah. Oleh karena itu, mengenal akan kebesaran Allah yang telah mengasihi kita dan kita mau belajar akan firman Tuhan, maka apapun yang kita hadapi akan merasa ringan, teratasi dan lain sebagainya oleh karena adanya campur tangan dari ALLAH sebagai Bapa yang tidak pernah lupa akan anak-anak-Nya yang mau mengenal dan belajar untuk mengasihi-Nya.
Hendaklah dalam setiap kehidupan yang kita jalani di dunia ini, kita harus menyerahkan sepenuhnya kepada ALLAH. Sebab ALLAH tidak pernah meninggalkan kita dan selalu mengasihi kita seperti pada firman yang berbunyi “ karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini sehingga Dia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal supaya setiap orang yang percaya kepadaNya tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal (Yohanes 3:16).
Oleh karena itu, apapun yang kita jalani di dalam kehidupan ini, taruhkanlah semua itu dalam Kasih Allah dan percaya bahwa hanya melalui Allah kita beroleh keselamatan lewat pengorbanan Yesus Kristus di Kayu Salib. Amin…….