Temukan Pengetahuan, Perluas Wawasan

Daftar perangkat 5G yang Sudah Siap Digunakan di Indonesia

â„šī¸
Informasi untuk Pembaca

Terima kasih telah mengunjungi Ensiklopedia.xyz . Bantu kami meningkatkan kualitas artikel dengan memberikan penilaian dan komentar pada bagian bawah halaman.

Gadget 5G di Indonesia
Gambar Ilustrasi Gadget 5G di Indonesia

5G atau Fifth Generation (generasi kelima) adalah sebuah istilah yang digunakan untuk menyebut generasi kelima sebagai fase berikutnya dari standar telekomunikasi seluler melebihi standar 4G.

Dalam teknologi 5G, data akan dikirimkan melalui gelombang radio. Gelombang radio akan terbagi menjadi frekuensi-frekuensi yang berbeda. Setiap frekuensi disiapkan untuk tipe komunikasi yang berbeda, seperti aeronautical dan sinyal navigasi maritim, siaran televisi, dan mobile data. Penggunaan frekuensi-frekuensi ini diregulasikan oleh International Telecommunication Union (ITU). ITU telah merestrukturisasi bagian-bagian gelombang radio secara komprehensif untuk mentransmisikan data sambil mengembangkan teknologi komunikasi yang sudah ada termasuk 4G dan 3G.

Keunggulan 5G

Teknologi 5G belum dapat dipastikan seperti apa keunggulan dan kekurangannya karena saat ini hal itu masih terlalu dini untuk dapat dipastikan secara pasti. Tetapi dari konsep-konsep yang diciptakan tersebut, terdapat beberapa konsep yang menjadi tujuan utama dari teknologi 5G, diantaranya adalah sebagai berikut;

  • Kecepatan data yang lebih signifikan dari 5G.

Memiliki transfer data dari satu telepon ke telepon lain dengan kecepatan satu mili detik.

  • Dapat Terkoneksi ke Smart Home dan Berbagai Peralatan.

Dapat terkoneksi dengan alat seperti telepon, mobil, dan peralatan rumah tangga.

Teknologi 5G diprediksi memiliki kecepatan sekitar 800 Gbps, atau seratus kali lebih cepat dari kecepatan generasi sebelumnya.

Dengan kecepatan seperti itu, teknologi 5G bisa memungkinkan untuk mengunduh 33 film High Definition hanya dalam beberapa detik.

Di Indonesia, teknologi 5G diluncurkan pertama kali oleh Telkomsel pada tanggal 27 Mei 2021. Untuk sementara, sinyal 5G di jaringan Telkomsel hanya bisa didapat di Kelapa Gading dan Pantai Indah Kapuk di Jakarta Utara, Pondok Indah dan Widya Chandra di Jakarta Selatan, serta Bumi Serpong Damai dan Alam Sutera di Tangerang Selatan.

Dalam sebuah demonstrasi 5G yang dilakukan perusahaan Ericsson menggunakan interface radio dan teknologi Multiple-Input Multiple-Output (MIMO), teknologi 5G menghasilkan hasil kecepatan hingga 5 Gbps pada jaringan frekuensi 15 GHz.

“Wilayah-wilayah ini adalah kawasan potensial yang membutuhkan layanan 5G (lebih dulu),” jelas Direktur Network Telkomsel, Nugroho di panggung acara berjudul “Unlock the Future” yang digelar di Telkom Hub, Jakarta.

Di samping keenam wilayah tadi, jaringan 5G Telkomsel juga bisa diakses di Institut Teknologi Bandung, Telkom University, Jawa Barat, dan Telkomsel Smart Office, Jakarta.

Selain itu, internet 5G juga bisa dijajal lewat hotspot di gerai-gerai Grapari Telkomsel, sebagai berikut:

  • Grapari GTG Medan, Sumatera Utara
  • Grapari Batam Centre, Kepri
  • Grapari Terminal 3 Soekarno Hatta, DKI Jakarta
  • Grapari Solo, Jawa Tengah
  • Grapari Pemuda Surabaya, Jawa Timur
  • Grapari Renon Denpasar, Bali
  • Grapari Balikpapan, Kalimantan Timur
  • Grapari Pettarani Makassar, Sulawesi Selatan

Jaringan 5G Telkomsel rencananya akan menyusul tersedia secara bertahap di kota-kota besar di Indonesia, mencakup Batam, Medan, Solo, Bandung, Surabaya, Makassar, Denpasar, dan Balikpapan.

Pelanggan yang areanya sudah dijangkau sinyal 5G Telkomsel bisa langsung mengakses jaringan tersebut tanpa perlu mengganti kartu SIM, asalkan sudah memakai tipe USIM. Telkomsel menjanjikan kecepatan akses hingga 750 Mbps.

Apabila perangkat sudah mendukung, maka indikator sinyal 5G akan langsung ditampilkan di layar. Pemakaian internet di jaringan 5G akan mengurangi kuota dari paket internet yang sudah dibeli sebelumnya (existing).

Telkomsel juga menawarkan paket internet Early Bird 5G seharga Rp 26.000 dengan kuota data 126 GB, namun baru pelanggan tertentu saja yang bisa mendapatkannya lewat undangan. Ada juga paket 5G khusus pelanggan modem Orbit.

Tak semua ponsel 5G yang beredar di Indonesia bisa tersambung ke jaringan 5G Telkomsel. Syarat utamanya adalah mendukung penggunaan pita frekuensi 2.300 MHz (band n40). 

Daftar HP 5G yang Bisa Memanfaatkan Layanan Telkomsel 5G

Untuk mendapatkan layanan Telkomsel 5G ini, pengguna tidak perlu mengganti kartu SIM Card. Pengguna hanya perlu memastikan smartphone atau HP 5G-nya telah mendukung 5G Band 40.

Sebagai informasi, teknologi 5G memiliki kemampuan bekerja di berbagai frekuensi atau Band. Bisa di frekuensi High Bands (24 GHz-40 GHz), Mid Bands (1GHz-2,6GHz dan 3,5Ghz-6GHz), atau Low Bands (di bawah 1GHz). Frekuensi yang digunakan Telkomsel 5G adalah Band 40 yang bekerja di frekuensi 2300 MHz (Mid Bands). 

Masalahnya, 5G Band 40 ini bukanlah frekuensi paling populer untuk HP 5G. Maksudnya, tidak semua HP 5G mendukung Band 40 ini. Jadi jika ingin menjajal 5G Telkomsel ini, Anda harus memastikan smartphone yang Anda gunakan mendukung Band 40 ini.

Berikut adalah beberapa smartphone yang resmi beredar di Indonesia dan telah mendukung Band 40

  • Apple iPhone 12, 12 Pro
  • Huawei Mate 40 Pro, Mate 40 Pro+
  • Huawei Nova 7
  • Oppo Reno 5 5G
  • Oppo A74 5G
  • Oppo Find X2
  • Oppo Find X2 Pro
  • Realme X50 Pro 5G
  • Samsung Galaxy S21 5G, S21+ 5G, S21 Ultra 5G
  • Samsung Galaxy A32 5G
  • Vivo X50 Pro
  • Vivo V21 5G

Smartphone 5G di Indonesia yang tidak mendukung Band 40

  • Huawei P40 Pro, P40
  • Poco F3 Pro 5G
  • Xiaomi Mi 11 5G
  • Xiaomi Mi 10T Pro 5G
  • Xiaomi Poco M3 Pro 5G

Mengapa Teknologi 5G menggunakan frekuensi berbeda-beda?

Teknologi 5G sejak awal memang dikembangkan untuk menghadirkan kecepatan dan latency yang jauh lebih baik dibanding 4G. Namun untuk mencapai kondisi ideal itu, dibutuhkan spektrum frekuensi yang luas. Padahal seperti kita tahu, frekuensi adalah sumber daya yang terbatas dan juga digunakan untuk keperluan lain.

Karena itulah, implementasi 5G harus berkompromi dengan menggunakan beberapa frekuensi berbeda. 

Frekuensi low-band (di bawah 1 GHz) digunakan untuk menjangkau daerah yang luas. Jika Anda masih ingat pelajaran IPA jaman dulu, semakin rendah frekuensi, semakin besar jangkauannya (seperti radio MW jaman dulu). Namun frekuensi low-band ini memiliki kelemahan mendasar, yaitu kecepatannya yang relatif rendah. Jadi, teknologi 5G frekuensi low-band ini lebih ditujukan untuk menghadirkan internet untuk daerah terpencil.

Sedangkan frekuensi High-band (antara 24 – 40 GHz) memiliki kelebihan pada kecepatannya sangat tinggi. Janji kecepatan 10X lebih cepat untuk teknologi 5G pada dasarnya mengandalkan frekuensi ini. Namun kelemahan frekuensi High-band adalah jangkauannya yang sempit, apalagi jika harus menembus banyak penghalang seperti tembok atau pohon. 

Karena itu untuk menjamin kualitas yang merata di banyak titik, operator harus memasang lebih banyak tiang BTS untuk 5G High-band ini. Hal ini tentunya akan membuat biaya investasi menjadi sangat tinggi.

Sedangkan frekuensi mid-band (1-2,6 GHz dan 3,5 – 6 GHz) boleh dibilang titik tengahnya. Kecepatannya bagus, jangkauan pun relatif luas. 

Namun pilihan frekuensi mid-band ini juga banyak. Menurut GSMA (asosiasi operator telepon seluruh dunia), mayoritas negara memilih mid-band antara 3,3-3,8GHz. Namun di Indonesia, frekuensi tersebut masih digunakan untuk satelit. Jika ingin menggunakan frekuensi ini, harus ada proses realokasi frekuensi dulu.

Hal itulah yang menjelaskan mengapa 5G di Indonesia menggunakan frekuensi 2,3GHz. Setidaknya teknologi 5G bisa hadir dulu, sambil menunggu proses realokasi frekuensi. Apalagi Telkomsel baru saja memenangkan lelang frekuensi 2300 MHz, sehingga mereka memiliki kini memiliki total 40 MHz di frekuensi tersebut.

Frekuensi 2,3 GHz ini sendiri sebenarnya juga digunakan jaringan 4G LTE. Namun jangan khawatir, teknologi 5G lebih “cerdas” dalam memanfaatkan spektrum. Jadi meski menggunakan frekuensi yang sama, kecepatan 5G secara teori akan lebih cepat dibanding 4G LTE.

Bagaimana pengalaman Kamu membaca artikel dihalaman ini?

Klik bintang, untuk memberi rating!

Kami mohon maaf, bila pengalamanmu membaca artikel ini kurang menyenangkan!

Kami akan memperbaikinya!

Menurutmu, bagaimana kami bisa membuat artikel ini lebih baik?


Comments
Loading...